-->

Cara Membuat SIM Baru Secara Online

  



informer - Surat Izin Mengemudi (SIM) merupakan dokumen yang wajib dimiliki oleh semua pengendara di Indonesia. SIM merupakan tanda bahwa seorang pengendara telah sah dapat berkendara di jalan raya sesuai dengan jenis kendaraan yang dikemudikannya. Akan tetapi, hingga saat ini masih banyak pengendara yang belum memiliki SIM. Alasan mereka belum membuatnya pun beragam, mulai dari proses yang rumit hingga biaya yang tak terjangkau. Padahal, saat ini membuat SIM bisa dilakukan secara mudah dan cepat dengan metode online. Biaya yang dibutuhkan pun relatif murah. Sebagaimana diberitakan informer.id pada Minggu (27/6/2021), berikut ini cara membuat SIM secara online lengkap dengan rincian biayanya.

Cara membuat SIM online melalui aplikasi SINAR 

1. Download aplikasi Sinar di Google Play Store dan App Store. 
2. Verifikasi nomor HP dengan memasukkan kode OTP. 
3. Registrasi dengan memasukkan nomor NIK. 
4. Lakukan Face recognition. 
5. Pilih jenis SIM. 
6. Pembayaran PNBP SIM baru. 
7. Ujian teori online yang didahului simulasi contoh soal. 
8. Lulus dan mendapat QR Code. 
9. Pilih Satpas. 
10. Pilih jadwal ujian praktik.

Setiap pendaftar harus berhasil lolos tahap registrasi melalui aplikasi SINAR. Nantinya, pemohon tetap harus datang ke Satpas untuk melakukan ujian sidang. 

Cara membuat SIM online melalui situs Polri 

1. Buka situs resmi Polri, http:// sim.korlantas.polri.go.id, kemudian pilih menu 'Pendaftaran SIM Online'. 
2. Pilih 'Mulai', setelah itu, isi data dengan benar pada menu ‘Data Permohonan’. 
3. Klik 'Lanjut', kemudian isi data pribadi termasuk kewarganegaraan, nomor KTP, nama, jenis kelamin, hingga nomor telepon. 
4. Isi nomor yang dapat dihubungi saat keadaan darurat. Selain itu, tersedia pula kolom data validasi yang harus mencantumkan nama ibu kandung, juga data sertifikasi sekolah mengemudi yang bisa diisi ‘ya’ atau ‘tidak’. 
5. Isi seluruh data yang dibutuhkan. Pastikan data yang dimasukkan benar. Jika sudah, klik tombol 'Lanjut', dan konfirmasi data yang telah diinput.
6. Pilih tanggal kedatangan. 
7. Isi kode verifikasi kemudian klik tombol 'kirim'. 
8. Setelah berhasil melakukan proses registrasi, klik 'Ok'. 
9. Usai mendapatkan bukti registrasi online, pemohon akan mendapat e-mail. Setelah itu, lakukan pembayaran di ATM, EDC, ataupun teller BRI di seluruh Indonesia sesuai biaya yang tertera. 
10. Datang ke Satpas SIM atau polres dengan membawa KTP dan surat keterangan kesehatan, sesuai tanggal dan lokasi yang dipilih saat registrasi online. 
11. Ikuti serangkaian tes untuk mendapatkan SIM baru yang terdiri dari ujian teori, ujian praktik, dan ujian keterampilan melalui simulator. 

Rincian biaya membuat SIM 
- SIM A: Rp 120.000 
- SIM B I: Rp 120.000 
- SIM B II: Rp 120.000 
- SIM C : Rp 100.000 
- SIM C I: Rp 100.000 
- SIM C II: Rp 100.000 
- SIM D: Rp 50.000 
- SIM D I: Rp 50.000 
- SIM Internasional: Rp 250.000

Perbedaan SIM C, SIM CI, dan SIM CII 

SIM kendaraan bermotor roda dua atau SIM C, kini telah resmi dibagi menjadi tiga golongan. Hal ini sebagaimana tercantum dalam Perpol Nomor 5 tahun 2021. Sebagaimana diberitakan KOMPAS.com pada Selasa (13/7/2021), Kasi Standar Pengemudi Ditregident Korlantas Polri, AKBP Arief Budiman mengatakan, aturan tersebut sudah resmi diterbitkan, namun masih diperlukan sosialisasi. 

“Perpol sudah resmi ditandatangani sejak Februari 2021, namun perlu masa sosialasi terlebih dahulu dan waktunya minimal enam bulan sejak terbit. Jadi untuk perpolnya sudah berlaku saat ini,” ujar Arief. 

Menurut Perpol No.5/2021 pasal 3 ayat 2, perbedaan antara ketiga golongan ini ada pada kapasitas silindernya. Bahkan, khsusus motor listrik, ada penggolongan tersendiri sebagaimana berikut; 

- SIM C, berlaku untuk mengemudikan kendaraan bermotor (ranmor) jenis sepeda M motor dengan kapasitas silinder mesin sampai dengan 250 cc (dua ratus lima puluh centimeter cubic); Baca juga: Hati-hati SIM Bisa Dicabut, Ini Rincian Poin Pelanggaran Lalu Lintas Terbaru 

- SIM CI, berlaku untuk mengemudikan ranmor jenis sepeda motor dengan kapasitas silinder mesin di atas 250 cc sampai dengan 500 cc atau ranmor sejenis yang menggunakan daya listrik; 

- SIM CII, berlaku untuk mengemudikan ranmor jenis sepeda motor dengan kapasitas silinder mesin di atas 500 cc atau ranmor sejenis yang menggunakan daya listrik. 

Secara rinci, untuk memohon kenaikan golongan ke CI, pemilik harus terlebih dahulu sudah memiliki SIM C selama 12 bulan sejak diterbitkan. Hal serupa berlaku juga bila ingin naik dari SIM CI ke SIM CII. 

Selain masa berlaku SIM, syarat lainnya adalah usia minimum calon pemegang SIM, sebagaimana tercantum dalam pasal 8: a. 17 (tujuh belas) tahun untuk SIM A, SIM C, SIM D dan SIM DI; b. 18 (delapan belas) tahun untuk SIM CI; dan c. 19 (sembilan belas) tahun untuk SIM CII. 


Semoga bermanfaat..

Berlangganan update artikel terbaru via email:

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel